Sabtu, 19 Desember 2009

Potensi Objek Wisata Pantai Cipatujah Pasca Tsunami

Pasca bencana alam tsunami tahun 2006 lalu, objek wisata bahari Pantai Cipatujah di Kabupaten Tasikmalaya bagian selatan ini tetap berpotensi, karena memiliki daya tarik tersendiri. Setelah porak poranda, objek wisata alam itu, kini kembali bersolek.

Pengelolaan obyek wisata pantai Selatan ini dibawah kendali Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Tasikmalaya, yang kini tengah memoles kawasan wisata ini dengan membangun kios-kios wisata, gazebo, area bermain anak, menara pandang, mesjid, panggung terbuka, penginapan, area parkir yang cukup luas, dan sarana rekreasi lainnya.

Obyek wisata Pantai Cipatujah meliputi area kurang lebih 115 hektar, terletak kurang lebih 74 km dari pusat kota Tasikmalaya. Pantai selatan Tasikmalaya ini memiliki potensi wisata yang tersebar di sepanjang pantai Cipatujah sampai Cikalong. Disamping obyek-obyek wisata tersebut masih terdapat obyek dan daya tarik lain. Pada area pantai selatan Tasikmalaya bermuara sungai-sungai yang cukup besar membuat panorama alam disekitarnya indah dan sangat potensial untuk dikemas menjadi obyek wisata.

Letak yang cukup strategis sebagai salah satu obyek wisata yang dijumpai bila melewati jalur Tasik Selatan, selain Pantai Pamayangsari, Pantai Sindangkerta dan Karangtwulan yang tidak kalah eloknya. Pantai Cipatujah ini hanya berjarak sekitar 97 km dari objek wisata Pantai Pangandaran di Kabupaten Ciamis melewati jalan yang cukup mulus menyisir pantai selatan, dengan koordinat yang dapat di input pada GPS, yaitu S : 07˚ 34.778’ dan E 108˚ 06.430’


PROSPEK PASAR

SS.Mustofa seorang pemerhati pariwisata di Priangan Timur mengungkapkan, bahwa pembangunan ataupun pengembangan obyek wisata Pantai Cipatujah sampai sekarang belum dilaksanakan secara maksimal.

“Namun demikian, seiring dengan perkembangan ekonomi nasional, serta terbukanya jalur transportasi yang menghubungkan wilayah-wilayah Jawa Barat Selatan, perkembangan obyek wisata Tasikmalaya selatan diprediksikan akan dapat berkembang dengan pesat,” ujarnya.

Untuk kondisi saat ini, lanjut SS.Mustofa, jarak tempuh obyek wisata pantai Tasikmalaya Selatan terlalu jauh, sementara variasi daya tarik obyek wisata kurang. “Kondisi ini akan mengurangi keinginan wisatawan untuk datang berkunjung,” tuturnya.

Sebenarnya, obyek wisata pantai selatan di Kabupaten Tasikmalaya, secara geografis tidak terlalu jauh dengan obyek sejenis yang sudah lebih dahulu berkembang seperti objek wisata Pantai Pangandaran. Karena itu, seiring dengan perkembangan obyek wisata Pantai Pangandaran, dalam jangka panjang objek wisata pantai selatan di Kabupaten Tasikmalaya dapat menjadi pelengkap

“Jadi, keberadaan objek wisata pantai yang ada di Kabupaten Tasikmalaya seperti Pantai Cipatujah, Pantai Karang Trowulan, Pantai Sindangkerta dan lainnya, paling tidak menjadi jalur alternatif wisatawan untuk menuju atau jalan pulang setelah dari Pantai Pangandaran,” kata SS. Mustofa.


PELUANG INVESTASI

Lantas peluang investasi, terutama untuk pengembangan infrastruktur di area wisata pantai selatan Kabupaten Tasikmalaya, sebenarnya masih sangat terbuka luas. Problem utama yang menjadi kunci keberhasilan pengembangan adalah infrastruktur transportasi. Karena sampai saat ini jalan tembus Jawa Barat Selatan belum selesai, sehingga mobilitas faktor produksi dan jalur distribusi hasil produksi dari wilayah tersebut belum lancar sebagaimana yang diharapkan.

Karena itu, investasi yang mungkin harus didahulukan oleh pemerintah adalah pembangunan sarana dan prasarana transportasi yang memudahkan mobilisasi orang atau barang di wilayah tersebut. Setelah prasarana transportasi dan komunikasi lancar, maka secara teoritis akan mendorong investasi swasta untuk menanam investasi sesuai dengan bidang keakhlian masing-masing, termasuk didalamnya bidang usaha yang bergerak di sektor pariwisata.

Namun demikian, agar tidak telanjur berkembang secara liar, maka perlu pemantapan dan penerapan hukum yang tegas dan lugas dalam aplikasi tata ruang yang telah lebih dibuat dahulu.

(*)

Sumber :

Redi Mulyadi

http://www.kabarindonesia.com/berita.php?pil=15&jd=Potensi+Objek+Wisata+Pantai+Cipatujah+Pasca+Tsunami&dn=20091003232213

14 Oktober 2009

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar